Mawar hanya menyimpan durinya.

Aku senang melihat dia secara diam-diam saat pelajaran di kelas. Ini sudah sejak lama aku lakukan dan tak pernah ketahuan. Mungkin hanya aku seorang yang tidak berani berbicara degannya. Dia gadis cantik berambut hitam berlesung pipit. Mungkin karena itulah banyak cowo-cowo yang cari perhatian padanya, tetapi aku tidak. Apa aku tidak berani ataukah aku malu berbicara dengan dia? ah mungkin tidak dua-duanya.
Apa aku ini seorang pemalas yang tidak mau berurusan yang namanya cinta disaat remaja, yang orang-orang atau remaja-remaja menyebutnya dengan pacaran. Setelah aku melihat dia dan berpikir, ternyata aku ini pemalas yang tidak mau berurusan dengan hal macam itu.
Entah sejak kapan dia berbalik memandangku dengan tatapan yang begitu sinis dan tajam. Aku baru menyadarinya ketika bel pergantian pelajaran di bunyikan, "ngapain kamu liat-liat aku seperti itu?!" mungkin itu arti dari tatapan sinisnya tadi.
Ada hal yang ingin aku katakan pada kalian, dia cantik dan berlesung pipit tapi dia memiliki sikap yang jutek. Dan dia juga hanya suka pada cowo-cowo yang dandanannya distro, tidak seperti aku yang dandanannya sederhana. Itulah sebabnya cowo-cowo di kelasku bergaya distro mulai dari sepatu sampai tas, kadang-kadang ada juga yang memakai boxer di saat jam olahraga.
Aku mulai heran dengan ini, satu wanita bisa mengalihkan cowo-cowo satu kelas. Mungkin ini yang disebut "satu bunga memikat banyak lebah" agak berlebihan memang. Tapi itu kata-kata jujur yang keluar dari pikiranku. Aku tak mau tahu kalian percaya atau tidak, tapi ini kenyataannya kawan. Tapi ingat masih ada satu lebah yang tak hinggap di bunga itu, yaitu aku.
Dia tak lagi memandangku dengan sinis, sekarang dia memandangku dengan senyuman. Aku benar-benar bingung dengan ini. Apa artinya ini? apakah mawar tak lagi berduri? . Ah mungkin mawar hanya menyimpan durinya. Tiba-tiba senyum itu berubah menjadi senyuman sinis. Ternyata dugaanku benar, mawar hanya menyimpan durinya yang tajam. Sejak itulah aku berhenti memandangnya.

By
Mumtaz at Kota Satria

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Dan Taz Qie